Sabtu, 03 Desember 2011

BAGAI 2 MATA PISAU

dua mata pisau gimna tuh?
ya kalimat itu saya ambil dari salah seorang dosen (Gunawan Spdi) saya yang ketika itu tidak sengaja kami membahas tentang social networking, terutama yang banyak peminatnya ya facebook saya sendiri juga lebih dominan memakai jejaring sosial ini dari pada yang lain. facebook tu gimana ya? lebih enak dan mudah di mengerti dari pada sosial networking yang lain.

fenomena ini membuat para pengguna sosial networking tersebut menjadikan ajang tempat curhat, ya bisa di katakan curcol lah, (curhat colongan). mau tu yang bahagia, senang, suka (sama aja kali nurul), duka , sedih, ataupun pahit (kopi kali). ya sebenarnya bukan ajang tempat curcol juga sih bisa juga di jadikan tempat berbagi kata-kata motivasi bagi kita. ya kalau tuk berbagai kebahagaan di status ya yang pasti yang bacanya juga ikut bahagia lah, tapi kalau buat yang sedih, mengeluh galau, ehm sumpek juga ngelihatnya. pegen aja tu orang langsung di blokir. tapai memang betul setelah survei secra langsung dengan teman-teman memang kalau dah di luapkan ke facebook rasanya lega, apalagi kalau lagi gondok ma orang kalau dah di tuangkan ke facebook dah lega gitu rasanya. tapi kalau yang kata-kata yang kita luapkan di facebook dan orang itu tahu maksunya, begh gawat kan jadinya. itulah yang dinamakan bagai 2 mata pisau bisa saja berbuah pisitif bisa saja berbuah negatif,. kalau kasusunya seperti itu ya, dapat buah yang negatif dong.

kita bahas berbuah positifnya ya sekarang, ehm gimna ya?
kalau menurt saya yang dapat beburh positf kalau kita sering ngupdate stat yang lebih membwa orang tersenyum membacanya mungkin aja banyak orang yang mau berteman dengan kita, dengan tambahan komen -komen yang berabau joke, tapi janagn sampai keterlaluan yang bisa bikin sakit hati juag, ehm bisa gaswat ntarnya belum kenal udah udah keterlaluan ngejokenya. dan mngkin masih bnayak lagi yang bisa membuat hasil yang positif.

yang terpenting social networking jangan di jadikan tempat untuk share curhatan kita, apa lagi yang jelek. bisa juga menjerumuskan kita sendir, maksud hati berkata lain tapi orang lain mensalah artikan. ups, ini nasehat untuk saya pribadi juga, ahihihihihih.







 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar